Tuhan, Pinjam KacamataMu (1)

Sebelumnya, ini semua tidak lebih sebagai refleksi dan pengingat, jadi mohon kalau ada yang salah, dikoreksi. Mudah-mudahan bermanfaat.
***
Mendapat hadiah sebatang cokelat Monggo yang dark… betapa membahagiakan, tentunya. Sebaliknya, kehilangan kaus kaki sebelah kanan yang mungkin jatuh tertiup angin lalu ‘digondhol’ Pleki sebagai mainan barunya… hhiiiihhhh mangkel wal dongkol sesore itu. Walaupun tidak seberapa sedih, tetapi auora negatif mendekap hati. Itulah isi hari-hari seumur manusia hidup di dunia, tersimpulkan hanya dalam dua hari saja, hari bahagia dan hari sedih.
Jagostu dalam syair lagunya menyatakan demikian : “… semangat yang menyelamatkan kita nanti, semangat percaya pada mimpi. Nasib tidak selalu jadi penentuan, menang kalah dari pertarungan…” Ya, semangat adalah variabel pembeda manakala dua hari tersebut di atas silih berganti berdatangan. Kemenangan tidak terletak pada setiap hari-hari yang membahagiakan, dan juga kekalahan bukan berarti menjadi akhir cerita pada setiap hari-hari sedih. Penentu kemenangan manakala dapat menyikapi hari bahagia sebagai hari bersama, sedemikian dalam menyikapi kesedihan dengan menjalaninya dengan berusaha lebih ikhlas dan penuh semangat perubahan ke hari yang lebih baik.
Bagaimanapun, setiap kita memiliki kapasitas yang berbeda dalam merasakan hari-hari tersebut. Oleh karenanya, Tuhan yang mahatahu kapasitas mahlukNyalah yang mengaturnya. Dan saat itulah, Tuhan menggunakan hak pilihNya, memilih kepada sesiapa, hambaNya, untuk dipercayakan olehNya salah satu, silih berganti, dari dua hari skenarioNya.
***
Tiga paragraph di atas adalah babak pertama. Sebelum masuk babak ke dua, ada tiga hal yang perlu dibenamkan dalam hati :
- Oke, aku pergi dari surga, Kau usir aku dari tempat ini dengan aku mohonkan satu permintaan, kata Iblis Jahanam Raja Setan. Ijinkan aku menggoda hambaMu, manusia, sepanjang umur dunia, kecuali orang-orang yang ikhlas. | Ikhlas, satu kata yang sering dan mudah terucap, namun sejatinya manusia sendiri tidak pernah tau pasti batasannya kecuali sejauh mana usahanya menuju ikhlas | Ikhlas, satu-satunya rudal penjejak panas Iblis dan antek-anteknya, penangkis aktif serangan udara strategis, bahkan rudal antar benuanya Sir Iblis. Iblis dibuat tiada mampu mendekat oleh Ikhlas.
- “Jemput aku jam 7 ya… meski hujan, bawakan aku payung dan jangan telat,” pinta Luna Maya kepada Paijo. Wooow!! Paijo girang.., Luna Maya, Bo’.. hujan badai juga pasti akan diterjangnya. Senang ia, bersyukur Paijo meski hujan deras petir menyambar, menjemput Luna Maya basah kuyub dengan penuh rasa syukur. Paijo ‘menghamba’ pada Luna Maya. Manusia yang rendah hati menghamba pada Tuhan. Bersyukur, atas bentuk-bentuk kepercayaan dariNya, entah itu dipercaya mengemban hari bahagia, maupun sebaliknya, layaknya Paijo basah kuyup ditengah badai petir, dipercaya Luna Maya untuk bisa menjemputnya.
- Misi utama manusia hidup di dunia, penciptaan manusia : ibadah. Beribadahlah dengan hari bahagiamu, contoh : banyak dan gampang dicari. Beribadahlah dengan hari sedihmu : sabar dan berusaha ikhlas, pertama dan utamanya.
Nah, untuk babak ke dua… akan saya susulkan pada tulisan berikutnya, tentang prinsip memaksimalkan hak pilih setelah Tuhan memilih kita, mempercayai kita, tentu atas dasar kemahatahuanNya.
Popularity: 43% [?]




sincerity & patience is the most beautiful prayer, …. gitu yaa, …..
coklat MONGGO, pengeeeeeeeeeeeeen ……..
mBakAn,
I’m sure of it. Those r such a start to face it better. Bentar lagi, mBak… di peminjaman kacamata (3) ya…
Monggo emang sip.. ada keknya di Bali..