Mengapa Organisasi Sulit Maju? (2)

melanjutkan pembahasan tentang : Mengapa organisasi sulit maju sebelumnya…
6. Effective Leadership Sees the Horizon Not Perceived by the Majority. Ada beberapa point yang terkandung pada elemen ini, yaitu :
a. Individuals around the leader need to understand orders and duties not coming from multi-paragraph lofty mission statements, but as a simple ones that easy to be understood. Mereka butuh perintah dan penjelasan misi yang singkat-singkat dan jelas saja.
b. Enfranchise individuals around on making decisions. Melibatkan anggota organisasi dalam berpendapat dan membuat rangka putusan, jadikan pendapat mereka sebagai pemenang dalam pencapaian kesuksesan misi.
c. Thus, having trust to the individuals around is a must, that they wake up every single morning with the intentions of being successful with you as leader. Percayai anggota organisasi bahwa mereka pun ingin menjadi ‘pahlawan’ bagi kesuksesan organisasi yang Anda pimpin.
d. Are you looking for extraordinary results in your organization? The best employees are longing for extraordinary leadership. Anda ingin mencapai hasil luar biasa dari kinerja organisasi Anda? Anggota organisasi pun merindukan kepemimpinan yang luar biasa dari Anda.
7. Change First – the Organization’s Ability to Execute; Not the Strategy. Organisasi diwujudkan untuk melaksanakan rencana-rencana strategi dan visi dalam pencapaian tujuan. Ukuran pencapaian tujuan yang diharapkan wajib disosialisasikan kepada anggota organisasi, tidak hanya teknis-teknis pelaksanaan rencana kerja. Manakala terjadi kekurangsempurnaan kerja, Anda, sebagai leader, tidak perlu buru-buru merubah strategi pencapaian tujuan. Anda cukup memberdayakan aset-aset organisasi yang ada untuk berkinerja lebih keras pada point ukuran tujuan yang diharapkan, yang pada saat itu terindikasi kurang optimal sehingga kekurangsempurnaan tersebut terjadi. Hal ini akan lebih mudah dilaksanakan apabila anggota organisasi memahami betul ukuran kesempurnaan point tujuan tadi, apabila anggota organisasi tidak hanya sebatas tahu apa yang harus mereka kerjakan untuk melaksanakan rencana kerja organisasi.
Di satu sisi, one has to stand where the rubber meets the road. Mustahil anggota memahami esensi situasi yang terjadi tanpa mereka mengalami, terlibat dan memahami secara utuh kegagalan pencapaian ukuran point tujuan yang ingin dicapai.
Dari hal inilah, makna rumangsa handarbeni melu hangrungkebi, merasa memiliki dan merasa ikut melindungi (bertanggung jawab) seluruh anggota organisasi terbina.
8. Management Develops Repeatable Processes That Focus Team Attention. Management dan Leadership itu mutlak harus perfect. Sifat management yang sempurna, dalam mengelola organisasi, layaknya aspek nyata berujud sehingga dapat dilihat, dirasakan, terukur, dst. Untuk itu, dengan seni management-nya, seorang leader harus mampu mewujudkan management yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan dan perulangan proses pencapaian kinerja organisasi, konsistensi terhadap sistem yang dianut, mekanisme pelaporan, mekanisme pangawasan dan pelacakan informasi, reward and punishment, dan kegiatan-kegiatan terukur lainnya. Dengan begitulah, maka perhatian anggota organisasi, sebagai bagian teamwork, akan terfokus pada kinerja organisasi, sehingga dapat sama-sama menemukan dan membangun bagian-bagian yang belum sempurna. Effective management presents facts.
9. Leadership Sees What Management Does Not See – Extraordinary Results. Kepemimpinan itu adalah ide, inovasi, kreativitas, progresif, perubahan, dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan ke arah positif yang lebih baik. Jangan sebut diri anda ‘pemimpin’ manakala Anda lemah dalam tinjauan ini. Masih ingatkah pada bagian 30/70 point number 4 dari 10 elemen kecerdasan dalam pengingkaran ‘pengkultusan’ jargon Kerja Keras Adalah Energi Kita *tidak hanya butuh ‘kerja keras adalah energi kita‘ saja*? Pada bagian itulah, dimana leadership harus dapat pula melihat, merespon, mengakomodasi, dan memberdayakan ‘pembangkangan’ si ‘30′.
10. Understanding Patterns of Interaction Can Result in Extraordinary Productivity. Efektivitas management mutlak diperlukan. Syaratnya adalah kemampuan leadership yang melahirkan inisiatif management untuk dapat mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengarahkan bakat-bakat serta hasrat yang ditemukan dalam dinamika aset organisasi. Dengan demikian, kolaborasi leadership dan management mampu memahami pola interaksi, bakat serta hasrat anggota organisasi, serta gaya komunikasi yang diperlukan. Dengan demikian, produktivitas organisasi yang luar biasa akan dapat dirasakan bersama.
Itulah 10 elemen ‘kecerdasan’ dalam membangun organisasi untuk mencapai tujuan dengan kinerja dan produktivitas yang gemilang. Hal tersebut perlu saya tuangkan sebelum membahas esensi yang ingin saya angkat sebagai penghambat kemajuan organisasi, dikaitkan dengan 10 elemen tadi.
Untuk itu, supaya dapat diendapkan kandungan pembelajaran yang ada, esensi dimaksud di atas akan saya ulas pada posting berikutnya.
(bersambung… *lagi*)
Popularity: 20% [?]





No comments yet.