Madness

What should we do to take over our limitation? There’s one answer only. Take Over It!
How do we solve our problem? Face it! Find a way! Solve it!
That was what my grandfather had ever said to me several years ago. It becomes an inspiration for any kind of problems I must face to. Honestly, he is my teacher for good.
In this case, on solving my problem, English matter, I think on going mad is the best way to be chosen to. So, Madness on English is my learning by doing system to lift my English ability up. I like the word Madness. Why? Because I don’t really care whether what I write here are grammatically right or not. The most three important things for me are write, write, and write!
Hopefully, based on that way :
- I can improve my English skill according to this kind of madness, especially after receiving some evaluations from readers (commentators).
- The various contents here (articles) will be useful for readers who really need them (articles) as such a needed information.
Even if it doesn’t work out as you expected, at the very least you will have gained valuable knowledge and experience for making the next choice. by Ralph Marston
Popularity: 9% [?]




it’s nice to see you, Brotha. Hopefully, I can learn many things I haven’t known yet from you.
@ Mas Deddi, ayo..ayo, kita kecilkan lanjut dibuang

wuenaknya …
@ Pak Guru Sawali, sedapat mungkin gak kopas Pak. Kopas yang udah2 ttg porto juga dapet order cari contoh dari istri saya yang calon guru. Doanya untuk calon guru itu Pak, ya..
@ Pak Tani
makasih ampirannya Pak
Hi, Dhon. Thanks for adding me to your Inspirer page. I have added you to my blogroll under Alumni SMA Taruna Nusantara roll.
Nice to find you on the internet.
Moh Arif Widartos last blog post..LPG Naik, Kita Ditipu Pemerintah Melalui Konversi Minah Ke Elpiji
Saya sering dibayar karena masalah,
bahkan saya harus berterima kasih pada orang yang suka bikin masalah.
jadi masalah itu identik dengan Pendapatan.
Salam sukses….
kiat mengatasi masalah agaknya juga sangat beragam, mas doni. btw, kopi-paste pun tak masalah kok, asal dicantumkan sumbernya, hehehehe
sawali tuhusetyas last blog post..Mengintip “Dapur” Blog untuk Menyentuh SEO
Ada juga nih petuah dari mertuaku …
Masalah besar ayo dikecilkan, masalah kecil ayo dibuang
Lha hiya Bund. Pada prinsipnya, problem atau masalah yang sifatnya menekan itu (kesusahan) sama posisinya dengan kesenangan. Dua-duanya kan kepercayaanNya, yang pada dasarnya Dia tahu kita mampu menghadapinya, karenanya dipercayakan pada kita. Kalaupun setelah senang jadi susah atau makin senang, sebaliknya setelah susah jadi senang atau makin susah, itu adalah konsekuensi pilihan langkah yang kita ambil setelah diberi kepercayaan. Jadi seberat apapun tekanan suatu masalah ya prinsipnya itu dan kata-kata kakek tetap menjadi inspirasi. Demikian..makasih, Bund.
Model model pantang menyerah ya Mas? Lagian kan ini baru satu problem…soal bahasa. Mungkin itu bukan satu problem yang begitu menekan, cenderung tantangan gitu loh. Maaf OOT, berhubung mbaca apa yang Mas tulis. Just curious, gimana kalo ngadepin problem, bukan hanya tantangan, yang memang bener-bener menekan? Emang kata-kata kakek itu masih memberikan inspirasi? Sekali lagi maaf OOT.