Autoblackthrough Award, Unbelievable Black Magic Holder, yth. Si Djarum Black

Masih jelas bagaimana jalak uren itu bernyanyi sejak 10 menit yang lalu. Seperti senandung lelaki kasmaran di pagi hari yang indah, suaranya begitu bersemangat seolah memberitahu dunia bahwa tak terbatas kantongan cinta yang ada buat kekasih tercintanya. Satu kusimpulkan tentang yang dia suka pagi itu, kepalanya senantiasa tengadah ke arah datangnya sinar matahari yang menerobos celah antara atap shelter dan dedaunan rimbun pohon trembesi tua di sudut tenggara lokasi lapangan tempat kami berkumpul. Jalak itu mengawali kicau dari satu spot tadi, badannya bergoyang seirama langgamnya, berputar horisontal, selesai satu bait lalu kembali pada arah datangnya sinar, bernyanyi lagi, berputar dan bergoyang lagi, kembali, demikian seterusnya, sampai pada satu saat…
*****
Waljinem adalah nama kecilnya. Ia dulu gadis kecil paling lucu satu desa denganku. Banjir bandang yang melanda memisahkan kami, aku, dia, dan teman-teman sepermainan lainnya. Terpisah setelah masing-masing orang tua kami memutuskan perbedaan arah ke mana kami harus mengungsi dan mencari “kehidupan” yang baru. Dan memang hebatnya banjir membuat kami tak pernah ingin tahu bagaimana desa setelah peristiwa itu.
23 tahun berlalu sudah. Entah kenapa tadi malam seorang wanita cantik bisa kutemui di pojok barat alun-alun, “Waljinem, teman kecilmu,” katanya memperkenalkan diri. Cantik nian bro…
“Bos datang, euy, Bos datang!…. Slamat pagi, Ndan!!”bisik Bejo tanpa jelas kepada siapa dia berbisik, diikuti teriakan seraknya mengagetkanku dari lamunan memori tentang mimpi indah ketemu Waljinem tadi malam.
Yah… tetep aja Si Bos kek gitu. Gayanya friendly betul setiap pagi bergabung dengan kami, anak buahnya. Sebungkus Djarum Black yang selalu dibawanya setiap pagi dari kediamannya sering menjadi bahasa pergaulannya ke kami. Sesekali, kuyakin, sengaja tidak dibawanya rokok hitam itu untuk bisa memintanya kepada salah satu dari kami, rokok apa saja, bahasa pergaulan pula’, kurasa.
Sekitar 20 menit beliau bergabung dengan kami, ngobrol, ketawa-ketiwi, seperti tak ada nuansa jabatan antara anak buah dan bosnya, setelahnya beliau menyiapkan diri menuju ke depan barisan. Dan seperti biasa pula, suansana friendly selama 20 menit pendahulu pagi sontak lenyap kalau beliau mulai melangkah menuju mic di depan pasukan. Rasa nikmat rokok dari Bos tadi dah tak tersisa. Wajah sangarnya mendominasi suasana setiap pagi bapak itu ngambil apel, secerah apapun mentari menyapa kami. Ya… saat seperti itulah suasana hari bisa 100% dirubahnya, sampai-sampai jalak uren di pojok sana kehilangan romantikanya.
*****
Kalo saja ada pencatatan fenomena pengubahan dunia terang menjadi gelap, siang menjadi malam, putih menjadi hitam, beliau pasti dah dapet Autoblackthrough Award, unbelievable black magic holder. Dan berikut inilah sarapan pagi itu, dengan menu pembuka sebelumnya berupa batangan Black lintingan pabrik, suguhan khas pagi darinya…
Ketika kaki kita kesandung pelan saja, biasanya mulut bilang “Aduh”, apalagi kesandung keras, Adduuuuh!!”. Memang kaki yang sakit, tapi mulut yang nempel di kepala mengekspresikan rasa sakit tersebut. Simpul2 syaraf yang mengantarkan ketidakberesan yang dialami kaki menuju ke otak, diterima, diolah dan diluncurkan balik sehingga terdapatlah apa yang kita sebut sakit, terekspresikan oleh mulut menjadi “Aduuh!!!”, dipikirkan cara pengobatannya, antisipasi supaya gak keulang lagi, dll. hasil pengolahan pikiran kita.
Tapi ketika Sastro Keling memotong kaki kita dengan gergaji kayu nan tumpul dan kita tidak berasa apa-apa, pasti saat itu orang menyebut kita “Gila” bahkan, “Wooo, dasar orang matek!!” Sebaliknya kalo kepala pusing, pasti maunya istirahat aja, tubuh lemes gak kompak buat apa-apa. Mau ‘ apa, pusing-pusing, kepala nyut-nyutan, disuruh olahraga siang lari 10 kali keliling lapangan bola? Gimana coba?
Demikian pula saat kita makan oseng-oseng tempe plus cacahan rempela/ empedal. Nikmat bukan? Dikemah-kemah, goyang kanan-kiri kek rahang bawahnya Mbah Simo, begitu di telen, lari ke lambung, usus, penampungan, lalu buang. Eh…di usus kan diserap tuh sari-sarinya, diedarkan ma darah ke mana-mana sampai ke kaki yang kesandung tadi. Demikian proses singkatnya. Artinya, semua yang kita makan-minum lewat mulut/ kepala, pasti nyampe juga ke ujung jempol kaki.
Tidak mungkin bukan kalau kita makan terus yang gemuk kepala doang? Kalo kejadiannya begitu berarti ya sakit parah tuh mekanisme tubuh.
Demikian juga idealnya yang terjadi di lingkungan kita dari yang paling kecil sampai yang terbesar, diri kita sendiri, keluarga, kantor, bahkan negara. Jadi ya ndhak usah keluar dari mekanisme yang sudah direplikakan oleh Alloh Yang Maha Kuasa pada fungsi dan anatomi tubuh kita kalau tidak mau disebut sakit, gila, bahkan matek! Tapi kalo mau ya silakan saja.
Itulah sarapan kami yang disuguhkan pemegang Autoblackthrough Award pagi itu.
Bagaimana?
*****
Pagi itu ndhak ada tulisan yang dibacakan, seperti yang beliau minta sebelumnya, karena hanya dua dari kami yang memberikan pendapat ke beliau dan itupun tidak sesuai seperti yang beliau konsepkan.
inserted link :
updated PCMAV 2.0 Build 3 + clamAVnewest go get it!
inserted link :
CAMPAIGN “BE WISE ON facebook Indonesia“ go there…
Popularity: 16% [?]



cup…cup…mmmuach….maaf ya…buat lainnya yang mbaca…lha wong lagi kangen ki…
dee,
cupmmuaaccchhhh…lainnya biarin aja, Bund… huahahah… jadi inget kulkas je, bundyank..
It’s me…from fresh
dee,
cup..cup..
semoga sukses,ya!
pasti seneng bgt tuh ketemu temen lama (cewek lg)!
Sariyatno’s last blog post..Mandau!!
Mas Sariyatno,


hiya seneng, Mas. Waljinem gitu loh…
Sukses juga yak. Tengkyu.
salam kenal dulu
sukses selalu dan semangat
genthokelir’s last blog post..Tigapuluh tiga Tahun
Mas Genthokelir,
matur tengkyu nggih, supportnya. Salam kenal dan sukses selalu juga…