| Dhoni Setiawan | Pertahanan dan Alutsista | TNI AU | Human Capital | Facebook Indonesia |

Kaum Wanita & Women

web hosting indonesia

As a lyric of a song I like … you can check-out anytime you like, but you can never leave … (Hotel California by Eagle)

Satu kata itu (dia) bisa menjadi segala-galanya bagi saya dan satu kata yang menjadi persembahan saya untuknya adalah penghargaan. Yang saya pikir paling pantas melekat bersanding di sebelahnya adalah satu kata itu, sehingga secara berbarengan akan terangkai menjadi sebuah frase, yaitu “menghargai wanita”. Dan sungguh ketika segala kekuatan melekat pada diri saya berikut hak-hak yang termaktub didalamnya, siapapun yang tiada dapat menghargai wanita, entah itu pria maupun sesama wanita, maka akan saya benamkan egonya kedalam kubangan kotoran yang teramat menjijikkan.

That was such an illustration as a highest impression how I appreciate women as other people does.

Yah..itu hanyalah sekedar ilustrasi sebuah kesan yang banget-banget betapa saya sangat menghargai wanita, seperti halnya banyak orang di luaran sana yang juga menghargai wanita.

Otherwise, we need to realize that world offers white and black cookies at once. There are many people with no respect to women, indeed.

Satu hal lain yang perlu disadari juga bahwa dunia menawarkan kue-kue warna item maupun putih sekaligus. Banyak juga orang-orang yang tidak menghargai kaum wanita.

Unfortunately, those are not the point I’d like to write here.

fmcaterpillarredapple

Sayangnya bukan soal itu yang saya soroti. Bukan pada orang-orang yang menghargai ataupun yang tidak menghargai kaum wanita. Penghargaan  dan tiadanya penghargaan terhadap sebuah eksistensi kodrati penuh apresiasi, sesuatu apapun wujudnya, terlebih terhadap kaum yang konon menjadi pondasi kokoh-rapuhnya sebuah bangunan moral bernama bangsa, tidak akan menghadirkan nilai positif apapun tanpa didahului dengan penghargaan dari dan terhadap kaum wanita itu sendiri. Disaat kaum wanita bisa menghargai dirinya sendiri terlebih dahulu dalam setiap perannya di lingkungan terkecil apapun itu, maka penghargaan terhadap apresiasi eksistensi kodrati akan terbentuk tanpa pernah diduga sebelumnya. Lahirlah pengakuan terhadap berbagai apresiasi eksistensi kodrati tersebut. Pengakuan terhadap apa yang saya analogkan dengan emansipasi.

Kaum wanitaku… mari dimulai dengan menghargai diri sendiri, disetiap peran terkecil dalam lingkungan yang paling sempit sekalipun.

Special thanks to my dearest friend, Kartini.

inserted link :
updated PCMAV 2.0 Build 3 + clamAVnewest go get it!

inserted link :
CAMPAIGN “BE WISE ON facebook Indonesia go there…

inserted link :
campaign : TNI AU milik kita go there or you may stay here..

Popularity: 13% [?]


Hi all..  Dhoni Setiawan (dhodotes) was born in Jogja, 31 years ago. He graduated from an Elementary and Junior High School in Jogja, then he passed his graduation of Senior High School in Magelang, Taruna Nusantara Senior High School. After graduation of Taruna Nusantara, he joined the programme of Indonesian Air Force (IAF) in an Academy, Indonesian Air Force Academy, graduated in 2000. By now, He's on duty in Makassar. He has such a simple goal of life..being fluently in English, not only speaking, listening, but also writing. He has ever had a bad story of learning English, fear and being shy (sickness). In one another time after beating his sickness, he realized that English is very important for his self-improvement, but there wasn't any external supports to learn it in a best way that days. His only way to learn English was by following school lessons and daily practice. There was no money that day! After having a job on becoming member of IAF, he still tried to have some chances to follow its programme which is called KIBI (Kursus Intensif Bahasa Inggris). He had no stories on it, anyway. Finally, he decided to make his own steps with no any such of programmes, just like what he did before. Till now, he follows his own rules of "learning by doing" system of English. He calls it as Madness on English!! Possibly, the next question is why.. Why? He has such a simple answer.. because He has a daughter who will need somebody else to be asked to about many random stuffs of English. And he want to be the first one to be asked to.


Related Posts

  1. Pak Sawali,
    hiya, Pak, hiemang seharusnya demikian adanya penghargaan satu dengan lainnya.

  2. @sawali tuhusetya : yup…harus rukun…! :)

  3. kaum perempuan konon ditakdirkan utk berpasangan dengan kaum lelaki, mas doni. keduanya saling membutuhkan. sungguh keliru apabila keduanya saling bertengkar dan memusuhi.

    sawali tuhusetya’s last blog post..Pengajaran Sastra di Tengah Fenomena Involusi Budaya

  1. No trackbacks yet.

CommentLuv Enabled

Spam Protection by WP-SpamFree