Kaum Wanita & Women

As a lyric of a song I like … you can check-out anytime you like, but you can never leave … (Hotel California by Eagle)
Satu kata itu (dia) bisa menjadi segala-galanya bagi saya dan satu kata yang menjadi persembahan saya untuknya adalah penghargaan. Yang saya pikir paling pantas melekat bersanding di sebelahnya adalah satu kata itu, sehingga secara berbarengan akan terangkai menjadi sebuah frase, yaitu “menghargai wanita”. Dan sungguh ketika segala kekuatan melekat pada diri saya berikut hak-hak yang termaktub didalamnya, siapapun yang tiada dapat menghargai wanita, entah itu pria maupun sesama wanita, maka akan saya benamkan egonya kedalam kubangan kotoran yang teramat menjijikkan.
That was such an illustration as a highest impression how I appreciate women as other people does.
Yah..itu hanyalah sekedar ilustrasi sebuah kesan yang banget-banget betapa saya sangat menghargai wanita, seperti halnya banyak orang di luaran sana yang juga menghargai wanita.
Otherwise, we need to realize that world offers white and black cookies at once. There are many people with no respect to women, indeed.
Satu hal lain yang perlu disadari juga bahwa dunia menawarkan kue-kue warna item maupun putih sekaligus. Banyak juga orang-orang yang tidak menghargai kaum wanita.
Unfortunately, those are not the point I’d like to write here.
Sayangnya bukan soal itu yang saya soroti. Bukan pada orang-orang yang menghargai ataupun yang tidak menghargai kaum wanita. Penghargaan dan tiadanya penghargaan terhadap sebuah eksistensi kodrati penuh apresiasi, sesuatu apapun wujudnya, terlebih terhadap kaum yang konon menjadi pondasi kokoh-rapuhnya sebuah bangunan moral bernama bangsa, tidak akan menghadirkan nilai positif apapun tanpa didahului dengan penghargaan dari dan terhadap kaum wanita itu sendiri. Disaat kaum wanita bisa menghargai dirinya sendiri terlebih dahulu dalam setiap perannya di lingkungan terkecil apapun itu, maka penghargaan terhadap apresiasi eksistensi kodrati akan terbentuk tanpa pernah diduga sebelumnya. Lahirlah pengakuan terhadap berbagai apresiasi eksistensi kodrati tersebut. Pengakuan terhadap apa yang saya analogkan dengan emansipasi.
Kaum wanitaku… mari dimulai dengan menghargai diri sendiri, disetiap peran terkecil dalam lingkungan yang paling sempit sekalipun.
Special thanks to my dearest friend, Kartini.
inserted link :
updated PCMAV 2.0 Build 3 + clamAVnewest go get it!
inserted link :
CAMPAIGN “BE WISE ON facebook Indonesia“ go there…
inserted link :
campaign : TNI AU milik kita“ go there or you may stay here..
Popularity: 13% [?]




Pak Sawali,
hiya, Pak, hiemang seharusnya demikian adanya penghargaan satu dengan lainnya.
@sawali tuhusetya : yup…harus rukun…!
kaum perempuan konon ditakdirkan utk berpasangan dengan kaum lelaki, mas doni. keduanya saling membutuhkan. sungguh keliru apabila keduanya saling bertengkar dan memusuhi.
sawali tuhusetya’s last blog post..Pengajaran Sastra di Tengah Fenomena Involusi Budaya