| Dhoni Setiawan | Pertahanan dan Alutsista | TNI AU | Human Capital | Facebook Indonesia |

Everybody Hurts 2 : Musibah Hercules TNI AU A-1325

web hosting indonesia

Everybody Hurts 1 nya is here.

Pagi tadi…masih nunggu Mas Roy, a Makassar Laser Computer’s technician, di depan ruko, logging in facebook dari Sony Ericsson M600i tua saya. Saya gak biasa online dari M600i ituh. Hp tua, dari medio 2006 sudah saya sunting jadi istri ke empat, setia hingga sekarang. Saya berpikir, keseringan online pake tuh M600i bakalan memperpendek usia kesetiaannya, losing or reducing power, viruses, broken software, and so on. Tapi tadi pagi, karena nunggu dan itu yang paling bikin saya gak jenak, online dah.

It’s so quite and cold enough this morning.

Terdiam saya ketika di page home facebook saya membaca beberapa status saudara-saudara saya di TNI AU, berita duka, Hercules TNI AU jatuh di Magetan dan meledak. Hati bergolak ingin berteriak..hanya hembus nafas panjang dan dua kata..ya Rab..saja, kala itu. Saya rasakan nafas sesak, degup jantung bertambah kencang, namun saya tidak sadar sebutir air mata sudah pecah membasah di pipi. Satu saudara saya menyebutkan sebuah nama…Kapten Pnb M. Firdaus Younan Negara, (was) a roommate, rekan sekamar yang dulu ’selalu saya tinggalkan’, yang kemarin Minggu (17 Mei 2009) malam masih bercengkerama bersama saudara-saudaraku yang lain di Makassar, yang berembug bersama soal dana sosial bagi keluarga satu angkatan yang telah ditinggalkan saudara kami yang lain untuk selamanya. M600i pun sempat terlepas dari tangan saya, jatuh ia menimpa sepatu PDH hitam itu.

Kapten Pnb M. Firdaus Younan Negara, mengingatnya…laki-laki sederhana, tekun ibadah dan belajarnya, tidak ada kata tidak bagi rekannya, santun, namun tegas soal prinsip. Yang saya ingat soal cita-cita tunggalnya…**** masuk surga. Kami mendoakan, saudaraku.

Hffff…mudah-mudahan memberikan hikmah dan pembelajaran bagi kita semua, dan saya pribadi berharap kualitas dan peningkatan kesiapan alutsista TNI AU beserta program pendidikan dan latihan SDM pendukungnya mendapat perhatian lebih dari masyarakat, terlebih dari komponen-komponen penyelenggara negara.

Saya mohonkan doa untuk para korban. Terima kasih.

May God gives them a place right beside Him…

When your day is long and the night, the night is yours alone,
When you’re think you’ve had enough of this life, well hang on
Don’t let yourself go, ’cause everybody cries and everybody hurts sometimes

Sometimes everything is wrong. Now it’s time to sing along
When your day is night, (hold on, hold on)
If you feel like letting go, (hold on)
When you’re sure you’ve had too much of this life, hang on

‘Cause everybody hurts, sometimes. Take comfort in your friends
And everybody hurts. Don’t blow your hand. Oh, no. Don’t blow your hand
If you feel like you’re alone, no, no, no, not alone

If you’re on your own in this life, the days and nights are long, When you sure you’ve had too much of this life to hang on

Well, everybody hurts sometimes,
Everybody cries sometimes. And everybody hurts sometimes
Everybody hurts sometimes. So, hold on, hold on
Hold on, hold on, hold on, hold on, hold on, hold on
No.. You are not alone

inserted link : CAMPAIGN “BE WISE ON facebook Indonesia go there…

inserted link :
campaign : TNI AU milik kita go there or you may stay here..

Popularity: 9% [?]


Hi all..  Dhoni Setiawan (dhodotes) was born in Jogja, 31 years ago. He graduated from an Elementary and Junior High School in Jogja, then he passed his graduation of Senior High School in Magelang, Taruna Nusantara Senior High School. After graduation of Taruna Nusantara, he joined the programme of Indonesian Air Force (IAF) in an Academy, Indonesian Air Force Academy, graduated in 2000. By now, He's on duty in Makassar. He has such a simple goal of life..being fluently in English, not only speaking, listening, but also writing. He has ever had a bad story of learning English, fear and being shy (sickness). In one another time after beating his sickness, he realized that English is very important for his self-improvement, but there wasn't any external supports to learn it in a best way that days. His only way to learn English was by following school lessons and daily practice. There was no money that day! After having a job on becoming member of IAF, he still tried to have some chances to follow its programme which is called KIBI (Kursus Intensif Bahasa Inggris). He had no stories on it, anyway. Finally, he decided to make his own steps with no any such of programmes, just like what he did before. Till now, he follows his own rules of "learning by doing" system of English. He calls it as Madness on English!! Possibly, the next question is why.. Why? He has such a simple answer.. because He has a daughter who will need somebody else to be asked to about many random stuffs of English. And he want to be the first one to be asked to.


Related Posts

    • sam
    • May 26th, 2009

    Semoga semua amal baik meringankan, kesalahan diampuni, dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan, serta kesembuhan bagi para korban luka…amin.

    sam,
    amiin..makasih

  1. Turut berbelasungkawa mas don… semoga beliau mendapatkan tempat yang layak. Keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.

    pakde’s last blog post..Be a Professional

    Pakde,
    Terima kasih Pakde…amiin

  1. No trackbacks yet.

CommentLuv Enabled

Spam Protection by WP-SpamFree