Bukan Juru Bicara Kambing Kurban Menyoal Entry Point Pertama

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H. Mudah-mudahan semangat makna berkurban dapat mewarnai nuansa bangsa menuju martabat yang DIINGINKAN.
***
Mendekati hari raya beberapa waktu sebelumnya, harga kambing ukuran anakan sudah mencapai lebih dari 850 ribu rupiah. Sehari menjelang hari raya melonjak lagi di kisaran 950 ribu. Kambing tidak punya keinginan berapapun manusia menghargai capital value-nya. Termasuk saat Idul Qurban ini sekalipun. Fluktuasi harga kambing itu bentuk dinamika kepentingan penjual sekaligus pembeli kambing kurban.
Jelas di sini, sebagai penjual, dimana ada kebutuhan situasional berlebih akan kambing, yang sejatinya sepanjang tahun relatif mudah didapat, harga over average pun bisa dipasang di atas harga umum sebelumnya, di luar saat-saat tertentu, semisal saat kurban tersebut. Sebagai pembeli, jelas pula butuh berkurban, sehiggga dengan kenaikan yang ada pun, sang kambing berpindah tangan dan kepentingan keduanya, penjual dan pembeli terpenuhi. Dalam hal ini, kambing kurban mengakomodasi kepentingan, keinginan penjual dan pembeli dengan tidak menyediakan ruang lebih untukĀ : memperpanjang tawar-menawar, memperlama durasi waktu pencarian kebutuhan akan kambing kurban, mengusahakan persaingan tak sehat antar penjual.
Yang paling menjadi sorotan saya adalah event (entry point 1) mempunyai kekuatan untuk menyelaraskan kepentingan pihak-pihak terkait pada satu nilai moral, dalam hal ini berkurban itu sendiri. Perbedaan kepentingan (penjual, mendapat nilai ganti yang memuaskan, memudahkan pencarian pemenuhan kebutuhan pembeli; pembeli, sangat mudah mencari kambing karena banyaknya penjualan, kebutuhan berkurban terpenuhi dengan nilai tukar “berapapun”) dapat terkikis di saat event tergelar untuk “diurus bareng” oleh yang jual dan yang butuh kambing, disaat event menyediakan ruangĀ dan kesempatan beriring untuk pemenuhan kebutuhan bersama, di saat event mewadahi perbedaan kepentingan dengan tidak saling merugikan, di saat event melahirkan visi mulia yang dalam hal ini membantu sekaligus melaksanakan kurban itu sendiri.
Sekali lagi…
Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H.. mudah-mudahan dengan berkurban, selain ibadah, juga dapat kita jadikan sebagai pembelajaran berarti untuk membekali setiap pribadi, kemudian secara kolektif, bersama menuju perbaikan martabat bangsa ini.
Popularity: 18% [?]





amin, mBek Domba. Terima kasih, saling mendoakan.
Mbeeekkkk….met idul adha juga ya….semoga tema kurban kali ini makin mempertinggi keikhlasan kita ya Pak…amin….